DAW


Untuk melaksanakan perekaman audio (music) dengan memanfaatkan perangkat berbasis digital yang disebut sebagai digital recording (lihat “Beberapa Software Digital Recording”) diperlukan suatu system yang umum disebut sebagai DAW (Digital Audio Workstation).

Ada banyak pengertian, definisi, uraian dan deskripsi tentang DAW ini di internet. Dengan menggunakan google anda pasti dapat menemukannya sendiri. Namun untuk sederhananya penulis meringkas DAW sebagai : “Suatu system berbasis digital untuk melakukan proses perekaman, pemrosesan dan pengeditan audio”.

Selintas sangat mirip dengan digital recording namun perbedaannya terletak pada bahwa DAW ini adalah system yang memungkinkan dilakukannya digital recording. Sedangkan digital recording merujuk pada teknologi perekaman yang digunakan apakah teknologi digital atau teknologi studio rekaman konvensional. Atau dengan kata lain DAW adalah studio rekaman secara digital.

Komponen komponen DAW

Sebagai sebuah system DAW terdiri dari beberapa komponen seperti :

1. Komputer.

2. Software, yaitu software Audio Editor / Multitrack Recorder, termasuk beragam plug-in & virtual instruments.

3. Digital Audio Interface, seperti sound card.

4. Perangkat tambahan, seperti DI BOX, Reference Speaker Monitor, dll.

Komputer

Komputer disini berfungsi sebagai perangkat keras/mesin yang merekam, memproses, mengedit dan menyimpan audio. Untuk mendapatkan hasil yang terbaik sebaiknya digunakan computer dengan spesifikasi yang tinggi.

Software

Software disini berfungsi sebagai pengendali perangkat keras (computer) dalam melakukan perekaman, pemrosesan dan pengeditan audio. Untuk melihat ragamnya lihat lagi tulisan “Beberapa Software Digital Recording”.

Digital Audio Interface

Yang dimaksud dengan Digital Audio Interface adalah perangkat perangkat yang digunakan untuk menghubungkan sumber sumber audio yang akan direkam seperti gitar & bass electric, microphone, MIDI, dll dengan computer sebagai mesin perekamnya. Wujudnya bisa berupa sound card atau alat alat lain.

Perangkat ini sangat penting dalam melakukan proses perekaman oleh karena itu disarankan untuk menggunakan perangkat perangkat kelas atas seperti produk produk keluaran M-Audio, Edirol dll.

Perangkat Tambahan

Perangkat lain ini bisa beragam tapi pada dasarnya untuk melengkapi system DAW, contohnya seperti DI BOX dan Reference Speaker Monitor.

DAW Yang Saya Pakai

Berhubung anggaran yang sangat terbatas maka DAW yang bisa saya bangun juga sangat sederhana. Sedemikian sederhananya sehingga TIDAK BOLEH disebut sebagai system kelas professional. Sistem ini hanya sekelas home recording, yaitu perekaman di rumah.

Setup DAW

Setup DAW

20 Balasan ke DAW

  1. arif mengatakan:

    mantap..

  2. erickningrat mengatakan:

    om infonya bagus banget…….

  3. pengendara mengatakan:

    salam kenal

    sahatmrt : salam kenal juga mas:mrgreen: thx udah mampir:mrgreen:

  4. iman mengatakan:

    kudu masih banyak blajar😀

  5. mikekono mengatakan:

    saya baru tau soal DAW ini
    tulisannya menarik dan informatif
    sekaligus menambah wawasan
    soal teknik merekam digital
    *horas……mauliate

    sahatmrt : ” Horas juga Lae!:mrgreen: terima kasih udah berkunjung:mrgreen:

  6. iwedewi mengatakan:

    wah mas..semangat terus yak…

    anda pasti bisa menjadi produser handal….

    GANBATE…

  7. iwedewi mengatakan:

    hidup terlalu indah jika hanya menunggu..

    kejarlah mimpi sampaik kau mendapatkannya..

    berlarilah bahkan menangislah demi mendapatkan mimpi…

    Jangan takut bermimpi…

    hehehe MANSTAB ga tuh puisi gw mas…

    iwed doang dah…

  8. Kang Nur mengatakan:

    saya sbenarnya mau koment di Page About saja. tapi krn di situ tak ada contact-formnya, saya nulis di sini.
    saya wong ndeso Yogya cuman ikut bangga ada anak2 muda Imdonesia yg kreatif, dan mau berbagi dlm minat dan bakatnya di blog seperti ini.🙂
    salam kenal.
    Semoga sukses terus mengikuti.🙂

    sahatmrt : Salam kenal juga Kang Nur!:mrgreen: Makasih udah mampir. Dimanapun kita berada:mrgreen: kita bisa saling berbagi kan:mrgreen: Semoga sukses juga menyertai Anda selalu!

  9. Mas Kopdang mengatakan:

    Orang Sunda emang gak jauh-jauh dari dunia catur, musik dan transportasi…
    😛

    sahatmrt : hua…ha…ha… Mas Kopdang ini bisa saja:mrgreen: jadi nyengir sayah:mrgreen: yah… itulah nasib orang “Sunda” Mas:mrgreen:

  10. Jim mengatakan:

    saya mengenal digital recording baru beberapa bulan yang lalu tetapi bingung mau belajar mengenai operasi/cara menggunakan softwarenya. lokasi saya di jakarta barat. saya mungkin terlambat mengenal hal ini tapi walau usia saya sudah gak muda lagi saya pingin banget bisa digital recording dengan piranti-piranti musik yang terdapat di dalammya. walupun saya cuma bisa main gitar bolong saya punya beberapa lagu yang ingin direkam untuk koleksi sendiri dulu. tolong bantuannya, software apa yang paling mudah dan simpel untuk aransemen musik dan rekaman dengan komputer. makasih

    sahatmrt : Mas Jim, kalo softwarenya, bisa make fruity loop atau guitar pro (di mangga dua banyak kok:mrgreen: ). dengan software2 itu anda bisa rekam dan arransement. Memang mau tidak mau anda harus belajar menggunakan software software itu (dan saya percaya, tidak ada kata terlambat untuk belajar:mrgreen: ).

    untuk rekamnya, kalo make gitar bolong senar nylon, Mas Jim mesti make mic, diletakkan/didirikan dekat gitar, trus masuk ke colokan microphone di sound card, paling ntar perlu adapter jack untuk menyesuaikan ke soundcardnya. jadi jalur koneksinya : gitar, mic, ke microphone pada sound card.

    kalo gitar bolong senar kawat, make spull tambahan (nyarinya di toko musik) nyambung (bagusnya make di box juga sih, terus ke), masuk ke line in sound card. jadi jalur koneksinya : gitar, spull, di box, ke line in sound card.

    Untuk saat ini, sound card yang biasa biasa saja, mudah mudahan sudah mencukupi untuk kegiatan Mas Jim, namun untuk membantu sound cardnya baiknya Mas Jim juga visit ke sini : http://www.asio4all.com dan download driver asio for all (versi terbaru versi 2.9).

    Yah, kira kira begitulah Mas, jangan takut mencoba, dan jangan ragu belajar:mrgreen:

  11. JoEy D`JuVe mengatakan:

    di Blog ini full music ya…

    sahatmrt : tul boss:mrgreen: full music se music musicnya:mrgreen:

  12. sarahtidaksendiri mengatakan:

    wiw g ngerti..hehe..tp mksih infonya, sp tahu nanti berguna…*hallah*
    Makasih y udah mampir ke blogQ, salam kenal🙂

  13. erickningrat mengatakan:

    om saia iseng2 buat band

    baru jadi si om

    http://www.myspace.com/punkningrat

    di tunggu kritikannya om:mrgreen:

    sahatmrt : oce bro, ntar aku cek:mrgreen: aku sekarang lagi sibuk mixing nih:mrgreen: kita tetap berkarya ya bro sesuai bidang masing masing:mrgreen:

  14. PARLIN MARBUN mengatakan:

    Horas bah lae

    mantap kali tulisan mu itu bah, saya yakin lae pasti expert dibidang audio recording, saya berminat belajar banyak dari lae, gimana cara menghubungi lae.?

    Salam
    parlin marbun, patar_m@yahoo.com

    sahatmrt : Horas juga Lae:mrgreen: selamat datang! Semoga tulisan tulisan ku disini bermanfaat buat Lae. Aku bukan expert kok:mrgreen: aku masih belajar, setahap demi setahap:mrgreen: Pasti akan kutuliskan juga disini, jadi mampir mampir lagi lah Lae, walaupun lambat, pasti kutuliskan juga disini:mrgreen: Sekarang lagi sibuk mixing:mrgreen: belon sempat nulis lagi, taun depan mulai nulis lagi:mrgreen: CU:mrgreen:

  15. soerja mengatakan:

    Makin seru nih, ok ini setup DAW yang aku pakek saat ini:

    PC : Intel P4 Proc (2.4 Ghz), ASUS P4PEX-2, 1 Gb RAM, Converters (atau soundcard): SOUNDBLASTER LIVE 24 bit (soalnya aku pakek PEAVEY REVALVER MK III (efek gitar). Kalo cuman makek SoundMAX or soundcard bawaan Mother Board maka bakal timbul “quantization noise” atau bunyi sssssssssssssssssssshhhhh.. kalo mau pakek preset poweramps/distorsi), HDD 160 GB

    SOFTWARE HOST: FL STUDIO 8.0.2 XXL (sekarang lagi nyoba 8.5)
    VST/VSTI/DXI: Peavey Revalver MK III (guitar fx), SLAYER 2.5 (guitar fx), Amplitube/Amplitube FENDER (guitar fx), DeepBoard (electric to accoustic guitar fx, untuk membuat suara gitar electric menjadi gitar akustik…keren), CloneEnsamble (vocal FX, untuk bikin suara choir/vokal grup dari suara 1 penyanyi), Melodyne Studio 3.2.2 (vocal fx, penting banget, pitch correction, modulation dll, buat bikin suara fals jadi gak fals.. he he he…), Absolute Steinway Piano (instrument), Orchestral (instrumen orkestra paling keren), GLITCH (vocal glitch… untuk bikin suara seperti yang di “only god knows why” kid rock), NEXUS (synthesizer terlengkap)

    ANALOG TO DIGITAL INTERFACE: DI BOX Behringer, Mic (seharga 50 ribuan), Korg DX-5 (keyboard kontroler, sedang di pesan.. he heh e..), Line6 (yang ini ga sering kepakek), Prince Electric Guitar (sensitive/single pickup), Forte Accoustic (nylon) guitar (battery powered pickup), Mulut (buat nyanyi)

    kualitas sound yang di keluarkan dari setup di atas bagi saya (kalo dibandingkan dengan kualitas recording lagu-lagunya st-12, kangen band atau Radja) sudah sangat memuaskan (DVD quality, kalo kamu makek 24 bit soundcard).

    Wokeh… semoga berguna

    ezigbo2003@yahoo.com
    ———————————
    one day i shall make music … with nothing at all
    ——————

  16. rhieskhiez.creative mengatakan:

    gan dari komputer ke gitar bisa gak tanpa DI box??

    kalo gak bisa, harga DI Box tuh berapa ya??

    maklum gan masih sangat pemula nih..

    • sahatmrt mengatakan:

      bisa kok boss, cuman kalo soundcard nya yang biasa aja kurang bagus, baiknya pake di box, harganya ga nyampe sejutaan seinget saya. cuman kalo soundcardnya yang kelas profesional buat rekording, ga make di box juga ga pa pa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: