Indie Label


Istilah Indie Label merupakan istilah yang sudah umum didengar di masyarakat. Biasanya Indie Label dianggap sebagai cara produksi serta distribusi album karya musik seorang musisi/band secara mandiri, tidak tergantung dari suatu Label besar. Sudah banyak musisi atau band yang mengedarkan albumnya dengan cara ini. Bahkan sudah membentuk komunitas tersendiri.

Label

Label secara umum diartikan sebagai sebuah perusahaan berbadan hukum yang memproduksi album karya musik dari suatu band/musisi secara masal, untuk kemudian mendistribusikannya pada masyarakat. Tentunya sebagai badan hukum Label harus mengikuti segala peraturan yang berlaku semisal SIUP, PPh, NPWP dst.

Sebelum mendistribusikan album karya musik seorang musisi/band biasanya suatu Label membuat suatu perjanjian (kontrak) dengan musisi/band yang menyangkut hal-hal seperti :

– Besarnya honor yang dibayarkan Label agar si musisi/band mengijinkan karya musiknya dipasarkan si Label.

– Lamanya si Label boleh mengedarkan karya musik si musisi/band.

– Besarnya jumlah royalti yang harus dibayarkan Label pada si musisi/band.

– Dst.

Berdasarkan kesepakatan itu Label membiayai proses rekaman album karya musik si musisi/band, menggandakannya dan mendistribusikannya ke masyarakat. Setelah bentang waktu yang disepakati tercapai, membayar royalti pada si musisi/band.

Sebagai perusahaan bisnis, suatu Label berusaha mencari untung yang sebesar-besarnya. Keuntungan itu diperoleh dari jumlah pendapatan penjualan album karya musik yang sebesar-besarnya sehingga melebihi biaya yang telah dikeluarkan.

Agar album karya musik yang dipasarkan itu bisa terjual selaris-larisnya, sehingga menghasilkan pendapatan yang sebesar-besarnya, si Label akan memantau musik yang sedang digemari masyarakat dan memasarkan album karya musik yang sesuai dengan musik yang sedang digemari itu.

Kelemahan Label

Pendekatan mencari keuntungan sebesar-besarnya seperti itu mempunyai dampak, kira-kira, secara sederhana :

– karya-karya musik yang relatif sulit dicerna masyarakat umum kebanyakan,

– atau yang penggemarnya relatif sedikit,

– atau yang jenis musiknya sedang tidak digemari masyarakat/tidak nge-trend,

Kemungkinan tidak akan diedarkan oleh Label.

Selain itu bisa terjadi, Label ‘mendorong’ seorang musisi/band untuk membuat musiknya sesuai dengan selera masyarakat supaya albumnya nanti terjual selaris-larisnya. Dengan demikian kebebasan si musisi/band dalam bermusik menjadi terbatasi oleh selera pasar.

Keuntungan Label

Namun bagi orang-orang yang tidak mempermasalahkan kebebasan bermusik, atau yang ingin cepat terkenal kaya jadi superstar, atau yang kebelet jadi selebritis yang diliput infotainmet, memasarkan album karya musiknya melalui suatu Label, apalagi Label besar, merupakan cara yang paling tepat. Sebab suatu Label besar biasanya mampu memproduksi dengan kualitas rekaman yang amat baik, menggandakan album dalam jumlah banyak, berpromosi besar-besaran serta memiliki jaringan distribusi yang luas.

Namun jangan diartikan semua musisi/band yang terkenal itu musiknya tidak berkualitas. Tentu ada musisi/band yang terkenal dan musiknya juga berkualitas seperti band PADI. Walaupun musiknya beraliran pop, yang relatif lebih mudah terjual, tetapi tetap punya kualitas yang patut diacungi jempol. Oleh karena itu sama sekali tidak boleh diremehkan. Malahan (menurut subjektifitas penulis tentunya) salah satu faktor yang membuat band ini tetap laris manis adalah justru karena mampu mempertahankan kualitas musiknya.

Indie Label

Indie Label hampir merupakan kebalikan dari Label dalam arti tidak harus berupa badan hukum. Bisa saja merupakan perorangan atau secara berkelompok.

Kegiatannya sama saja dengan Label, yaitu memproduksi, menggandakan serta mendistribusikan suatu album karya musik seorang musisi/band. Namun semuanya itu dilakukan secara mandiri, dibiayai sendiri, tidak tergantung pada suatu Label.

Jadi proses rekaman dilakukan dengan menyewa studio, rekaman, mixing sampai masteringnya dibiayai sendiri. Penggandaan serta distribusi juga dibiayai sendiri. Singkatnya, serba mandiri, dibiayai sendiri, dilakukan sendiri.

Kelemahan Ber – Indie Label

Kebalikan dari Label, dalam ber – Indie Label semua biaya ditanggung sendiri. Kurang lebihnya akan mencakup :

– Biaya produksi yaitu biaya dari rekaman, mixing sampai masteringnya.

– Biaya perbanyakan/penggandaan master rekaman menjadi album siap jual.

– Biaya distribusi, mencakup dari promosi sampai penjualannya.

Besarnya biaya produksi dipengaruhi oleh kualitas rekaman yang ingin dicapai. Kualitas rekaman yang tinggi memerlukan studio rekaman yang berkualitas juga. Studio macam demikian harga sewanya tinggi. Makin baik suatu studio, makin lengkap perangkatnya, makin mahal sewanya.

Besarnya biaya perbanyakan/penggandaan tergantung kualitas media rekaman, baik kaset ataupun CD. Kualitas media rekaman yang makin tinggi meminta harga yang makin tinggi juga.

Besarnya biaya distribusi dipengaruhi seberapa banyak album karya musik si musisi/band akan dijual, seberapa luas wilayah penjualannya. Apa akan dijual/didistribusikan diantara kalangan tertentu, dijual di satu RT/RW, satu kelurahan, satu kampus atau meliputi satu propinsi. Makin banyak jumlah album yang diharapkan terjual, makin luas wilayah penjualannya, makin besar biaya distribusinya.

Dengan melihat hal hal diatas sulit untuk memastikan besarnya anggaran biaya yang diperlukan untuk ber – Indie Label. Terlebih lagi biaya biaya tersebut bisa berbeda-beda dari satu daerah ke daerah lain. Maka sebaiknya diadakan survey terlebih dahulu untuk dapat menghitung besarnya anggaran biaya yang diperlukan.

Kurangnya anggaran biaya yang disiapkan dapat berakibat produksi album karya musik si musisi/band menjadi tersendat-sendat atau bahkan macet total. Oleh karena itu baiknya anggaran ini dipersiapkan dengan teliti.

Kelebihan Ber – Indie Label

Berhubung dalam Indie Label semuanya dilakukan sendiri secara mandiri, seorang musisi/band mempunyai kebebasan penuh :

– dalam membuat musiknya, mengekspresikan musiknya sebebas-bebasnya

– dalam menentukan konsep album karya musiknya sendiri alias menjadi produser bagi dirinya sendiri (Silahkan lihat juga artikel “Produser Musik”).

Oleh karena itu Indie Label sangat cocok bagi musisi/band yang karya musiknya :

– Relatif sulit dicerna masyarakat umum kebanyakan.

– Penggemarnya relatif sedikit.

– Sedang tidak digemari masyarakat/tidak nge-trend.

(Semisal dark metal, jazz, pop alternatif, japanese style, punk, blues dsb)

Selain itu, bagi musisi/band yang berharap dikontrak Label, membuat album secara Indie Label berguna untuk mengumpulkan penggemar. Sehingga musisi/band tsb mempunyai basis penggemar. Konon, menurut info yang diterima, basis penggemar ini penting bagi beberapa Label sebagai tolok ukur yang cukup menentukan apakah musisi/band itu akan dikontrak atau tidak. Sebab basis penggemar ini merupakan pasar potensial bagi penjualan album karya musik si musisi/band. Musisi/band yang memiliki basis penggemar yang besar kira-kiranya berpeluang untuk dikontrak.

Beberapa Alternatif Bagi Indie Label

Musik Digital

Mengingat tingginya biaya produksi suatu album karya musik, barangkali ada baiknya penggunaan teknologi Musik Digital dipertimbangkan (Silahkan lihat juga artikel “Musik Digital”).

Walaupun masih mengeluarkan biaya juga (dari komputer, instrument musik, speaker monitor), serta memerlukan ketekunan untuk menguasainya, ada beberapa sisi positif yang patut dilihat :

– Si musisi/band tidak perlu lagi menyewa studio. Karena kegiatan produksi dari rekaman, mixing sampai mastering dapat dilakukan di komputer. Jadi mengurangi biaya untuk proses rekaman.

– Tidak tergantung lagi pada ada tidaknya studio rekaman yang berkualitas.

– Kegiatan rekaman, mixing dan mastering dapat dilakukan kapan saja tanpa dibatasi jadwal sewa studio yang tersedia.

– Kegiatan rekaman, mixing dan mastering dapat dilakukan selama mungkin tanpa dibatasi biaya sewa studio.

– Kegiatan rekaman, mixing dan mastering dapat diulang-ulang tanpa dibatasi biaya sewa studio sampai dicapai hasil yang paling memuaskan.

Singkatnya, teknologi musik digital membuat seorang musisi/band seolah-olah memiliki studionya sendiri. Dengan demikian memungkinkan si musisi/band untuk merekam karya musik dan ekspresinya sebebas-bebasnya.

Replikator/Duplicator CD (Compact Disc)

Teknologi komputer yang semakin berkembang juga melahirkan berbagai teknologi teknologi lainnya yang mengiringinya. Semisal teknologi replikator CD.

Replikator CD secara sederhana adalah sebuah alat yang memiliki kemampuan untuk menyalin suatu CD sebagai master/induk ke CD lainnya yang masih kosong/belum ada isinya (atau membuat replika sebuah CD). Sehingga terdapatlah beberapa CD yang isinya persis sama.

Kapasitas atau kemampuan menyalin/replikasi Replikator CD amat beragam mulai dari yang mampu memperbanyak 2 buah CD sekaligus, 5 buah CD sekaligus, atau bahkan sampai ratusan. [Yang paling keren, ada replikator CD yang mampu memperbanyak sampai ratusan keping disertai cetakan gambar diatasnya.] Pastinya semakin besar kapasitas replikasi ini semakin mahal juga harganya. Sebagai contoh bisa dilihat disini.

Adanya teknologi ini dapat menjadi alternatif dalam memperbanyak album karya musik seorang musisi/band, terutama untuk perbanyakan dalam skala kecil (misalkan sampai 500 keping). Pertimbangannya :

– Harga CD kosong sekarang ini sudah cukup terjangkau, berkisar Rp. 80.000,- sampai sekitar Rp. 160.000,- per 100 kepingnya. Jadi misalkan harga CD kosong adalah Rp. 100.000,- per 100 kepingnya, maka untuk perbanyakan 500 keping hanya memakan biaya Rp. 500.000,-

– Perbanyakan CD ini dapat dilakukan sesuai keperluan, misalkan bulan ini album karya musik seorang musisi/band diperbanyak sebanyak 200 keping, bisa jadi bulan berikutnya perlu diperbanyak lagi sebanyak 110 keping.

– Bagi yang memiliki kemampuan finansial yang kuat, mampu mengadakan replikator berkapasitas besar, barangkali kegiatan perbanyakan ini bisa dijadikan suatu usaha bisnis. Apalagi bila terdapat banyak musisi/band yang ingin memperbanyak album musik karyanya.

Sekedar Saran

Sebagai sekedar saran sebelum ber Indie Label khususnya dengan memanfaatkan teknologi musik digital, ada baiknya melihat juga artikel artikel lain dalam blog ini.

 

10 Balasan ke Indie Label

  1. adybaskoro mengatakan:

    maju terus musik indie nesia…!!!!

  2. s4va mengatakan:

    artikelnya bagus2 mas…
    numpang nyomot dikit beberapa ya buat di blogku (http://s4va.blogsome.com) & di forumku (http://baypas.org)

    silahkan mas, semoga berguna buat pembacanya:mrgreen:

  3. ironepunx mengatakan:

    huwaaaa……keren nech blog…..setelah mas erick ternyata masih ada lagi yang mau bahas2 masalah indie …….saloot bro

  4. […] LOVES IRENE. Salah satu band yang bener-bener mengusung prinsip D.I.Y kalo mas Erick bilang Do It Your Self. Mereka nggak hanya menempelkan embel-embel “indie” di identitas band mereka,tapi […]

  5. wah…
    informasi yang sangat bermanfaat bgt……

    berhubung saya sedang berusaha ngebuat seuah company band2 yang ber-genre japanese (visual kei, oni kei, oshare, J gothic).

    thanks bgt….
    thanks bgt bgt…….
    ^^

  6. bob mengatakan:

    mas mau tanya ni, biasanya yg sering terjadi sharing antara label dengan pincipta lagu itu berapa?? dari proporsi yang sudah diberikan sama telko dan cp, thanks mas, oiya kalau ada ym please add kita bisa ngobrol2 keys_link@yahoo.com

    sahatmrt : sory boss😦 kalo angka yang pasti gw kagak tau persisnya, soalnya emang bisa beda antara label satu dengan label lainnya, antar pencipta satu dengan pencipta lainnya juga beda. ada kok yang sampe belasan juta per lagu:mrgreen:

  7. Emanuel Setio Dewo mengatakan:

    Salut, artikel yang bagus.
    Salam kenal.

  8. MikroTik RouterOS mengatakan:

    wah sip tuh… namun tahun ini udah banyak yang ikut label, dari pada bikin indie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: