Produser Musik


Konsep Album

Dalam peng – konsep – an album produser membantu si penyanyi atau grup band merumuskan album yang akan direkam / diproduksi ini akan menjadi seperti apa. Apa akan jadi album yang semua lagunya sendu, atau album yang terdiri dari campuran lagu sedih dan lagu gembira atau akan jadi album yang mempunyai ciri-ciri / kekhususan tertentu atau lain sebagainya. Secara umum disebut konsep album.

Dengan berpedoman pada konsep ini album tsb digarap. Dari pemilihan lagu, memperbaiki lagu, perekaman, mixing sampai kepada masteringnya, semua mengacu pada konsep ini. Maka sebaiknya sebelum suatu album digarap, konsep ini dibuat sejelas dan sematang mungkin, supaya proses selanjutnya dapat dikerjakan dengan lancar dan mencapai hasil terbaik.

Konsep album baiknya berisi, atau menjelaskan tentang :

  • Tema album. Tema album adalah suatu pokok pembicaraan yang dinyanyikan dalam album tsb. Apa album tsb berbicara tentang cinta, perang, atau apapun menurut kemauan si penyanyi atau grup band. Pokok pembicaraan ini, diharapkan dipahami oleh pendengarnya setelah mendengar album ini. Maka umumnya, tema atau pokok pembicaraan ini tercermin dalam judul album tsb. Contoh : album “Cintailah Cinta” milik band Dewa. Album ini berbicara agar pendengarnya mencintai cinta, sebab cinta itu indah, berharga dsb.

Tema ini juga akan berkait dengan target pasar untuk album ini. Tema tentang cinta atau patah hati, mungkin tidak cocok untuk kaum bapak-bapak ibu-ibu. Tema tentang makna hidup mungkin tidak cocok untuk kaum abg, sebab anak baru gede itu biasanya memikirkan cinta monyet, patah hati atau yang sejenisnya.

  • Genre / aliran musik lagu-lagu dalam album yang akan digarap tsb. Apa lagu-lagunya akan beraliran rock, pop atau keroncong atau apa pun aliran yang ada.

Genre berkaitan dengan besar pasar yang ada, yaitu jumlah masyarakat yang menyukai genre musik tertentu. Jumlah masyarakat penggemar dangdut lebih banyak dari pendengar pop atau klasik, dst. Besar pasar ini mempengaruhi jumlah angka penjualan yang mungkin dicapai oleh album yang akan digarap ini. Contoh, jumlah penggemar musik klasik jauh lebih sedikit dibanding jumlah penggemar dangdut, maka angka penjualan album klasik nyaris tidak mungkin mencapai angka penjualan untuk album dangdut.

Genre juga berkait dengan target pasar seperti akan diurai berikut ini.

  • Target pasar. Target pasar disini maksudnya sasaran penjualan album ini, yaitu orang-orang yang diharapkan membeli album yang akan digarap ini. Misalnya kaum abg, kamu remaja, pemuda, atau malah albumnya untuk bapak-bapak ibu-ibu dst. Kalau album yang akan digarap ini diharapkan dibeli dan dinikmati kaum bapak-bapak ibu-ibu, tentu akan berbeda dengan album yang ditujukan untuk anak abg, atau remaja.

Target pasar ini berkait dengan tema seperti sudah ditulis diatas. Juga berkait dengan genre musik dalam album yang akan digarap ini. Musik heavy metal mungkin kurang cocok untuk kaum bapak-bapak ibu-ibu, walau bukannya tidak ada. Musik keroncong mungkin kurang disukai kaum abg, dst.

Kesesuaian tema album dan genre musik dengan target pasarnya nantinya turut mempengaruhi jumlah angka penjualan album yang akan digarap ini.

  • Lagu jagoan. Adanya lagu jagoan juga perlu diperhatikan. Lagu jagoan adalah lagu yang diharapkan sangat disukai oleh sebanyak-banyaknya masyarakat. Istilah populernya lagu hit-nya. Adanya lagu hit sangat penting sebab lagu hit – lah yang akan mendorong angka penjualan album yang sedang digarap ini nantinya.
  • Komposisi lagu-lagunya. Ada berapa lagu dalam album ini, bagaimana urutan lagu lagunya. Berapa lagu sedih, lagu gembira, berapa lagu jagoannya.

Tema tiap lagu perlu diperhatikan agar sesuai (atau mempunyai benang merah atau kaitan) dengan tema albumnya, supaya pendengarnya dapat memahami tema pembicaraan album tsb secara keseluruhan. Contoh, setelah mendengar lagu-lagu dalam album “Cintailah Cinta” milik band Dewa, pendengarnya terdorong atau menjadi mencintai cinta.

Sebaliknya, ketidaksesuaian tema lagu-lagu dalam suatu album dengan tema albumnya, membuat album tsb menjadi janggal. Contoh, album “Awal Yang Indah” milik tERe. Judulnya menyiratkan adanya suatu awal yang indah, hingga pendengarnya terdorong untuk mengharapkan adanya suatu awal yang indah itu. Tapi ternyata tema lagu-lagunya (“Tak Ingin Usai”, “Awal Yang Indah”, “Sampai Nanti”, “Bila Tiba Saatnya”, “Sendiri”) bertema murung, patah hati atau kegagalan menjalin cinta, bukan suatu awal yang indah. Akibatnya, setelah mendengar album ini terjadi kontradiksi, yaitu pendengar bukannya merasakan adanya suatu awal yang indah, melainkan malah merasakan adanya kemurungan, kesedihan atau keputus-asaan.

Pengaturan komposisi lagu lagu juga akan mempengaruhi cita rasa pendengar setelah mendengar album yang akan dibuat ini, apakah album ini memuaskan atau tidak, akan diingat terus atau terlupakan.

Pengaturan komposisi lagu-lagu ini dapat dilakukan secara bersamaan dengan pemilihan lagu-lagu yang akan direkam dalam album yang akan digarap ini.

Dalam merumuskan konsep album, baiknya diusahakan agar album yang akan digarap ini berbeda atau mempunyai cirinya sendiri dibanding dengan album sebelumnya. Dengan demikian setiap album si penyanyi atau band tsb mempunyai cirinya masing-masing seiring dengan perkembangan / perjalanan karir musik si penyanyi atau band tsb.

Hal ini karena masyarakat pendengar juga mengalami perkembangan, perubahan atau pertumbuhan yang mengakibatkan terjadi juga perkembangan, perubahan atau pertumbuhan pada selera musiknya. Bila album yang disuguhkan seorang penyanyi atau suatu band sama terus menerus dapat mengakibatkan kejenuhan pada masyarakat pendengar, atau album tsb tidak dapat lagi memenuhi selera masyarakat pendengarnya. Akibatnya album si penyanyi kurang laku.

Perlu disadari bahwa masyarakat membeli suatu album musik seorang penyanyi atau suatu band, bukan semata-mata karena cinta, senang atau loyal / setia pada si penyanyi atau band tsb, tapi juga karena ingin mendapat kepuasan mendengar musik. Maka kalau album tsb tidak memuaskan selera masyarakat, album tsb bisa kurang laku.

Memilih Lagu

Memilih lagu-lagu yang akan direkam dalam sebuah album merupakan tugas berikut sang produser. Namun dapat juga dilakukan sambil merumuskan konsep album seperti sudah dituliskan diatas.

Dalam memilih lagu-lagu ini biasanya produser mempertimbangkan beberapa hal berikut ini :

  • Selera pasar atau musik yang sedang ngetrend. Kesesuaian suatu lagu yang akan direkam dengan trend musik yang sedang berlaku, akan membantu lagu tersebut untuk diterima masyarakat, yang pada gilirannya meningkatkan penjualan album tersebut.
  • Kecocokan suara si penyanyi dengan lagu yang akan dinyanyikannya. Karakter suara seorang penyanyi turut mempengaruhi pilihan lagu-lagu yang sebaiknya dinyanyikan atau sebaiknya tidak dinyanyikan oleh penyanyi tersebut. Karakter suara tertentu cocok untuk menyanyikan lagu jenis tertentu, belum tentu cocok untuk menyanyikan lagu jenis lainnya. Ketidakcocokan suara penyanyi dengan lagu yang dinyanyikannya dapat menyebabkan lagu tersebut menjadi tidak enak didengar. Sebaliknya kecocokan suara si penyanyi dengan jenis lagu yang dinyanyikannya membantu si penyanyi menyanyikan lagu tersebut dengan seindah-indahnya, akibatnya lagu tsb enak didengar, yang pada gilirannya dapat diterima pendengarnya.
  • Kemampuan si penyanyi atau band dalam memainkan musik. Kemampuan yang baik dari si penyanyi atau suatu band dalam memainkan musik turut mempengaruhi pilihan lagu-lagu yang sebaiknya dimainkannya. Kalau si penyanyi atau band dipaksakan memainkan musik yang diluar kemampuannya mengakibatkan lagu yang dimainkan terdengar tidak enak.

Cara memilih lagu yang akan direkam dari sekian lagu yang ada dapat seperti dibawah ini.

Pilihlah lagu-lagu yang sewaktu didengar, dapat ditangkap atau dapat dirasakan ciri-ciri berikut :

  • adanya emosi atau alunan / gejolak emosi tertentu
  • adanya suasana / nuansa tertentu
  • adanya melodi atau harmoni yang enak didengar
  • lagu tersebut membuat kita ingin turut bernyanyi / larut terbawa
  • timbul / adanya rasa keindahan tertentu

Lagu yang memiliki ciri-ciri diatas lebih menonjol dibanding lagu lain, maka lagu itulah yang dipilih. Perlu dipahami bahwa pekerjaan musisi itu adalah mengekspresikan rasa perasaan atau pemikiran dalam bentuk bunyi-bunyian yang indah atau enak didengar. Maka kalau ekspresi rasa perasaan atau pemikiran si musisi sulit ditangkap atau dipahami dan dinikmati, maka karya si musisi juga akan (relatif) sulit terjual.

Hal ini bukan berarti bahwa lagu yang dipilih harus lagu yang mudah dipahami atau lagu yang “easy listening”, tidak berbobot dst. Tapi serumit apapun suatu lagu, haruslah dapat ditangkap adanya emosi / atau gejolak emosi si musisi, adanya suasana / nuansa tertentu dalam lagu, atau adanya rasa keindahan tertentu dalam lagu tsb. Atau dengan kata lain haruslah mengandung ciri-ciri diatas.

Membantu Musisi Memperbaiki Lagu-Lagunya

Tugas selanjutnya seorang produser setelah memilih lagu adalah membantu si musisi memperbaiki lagu-lagu yang akan direkam tersebut.

Memperbaiki disini maksudnya bukan mengurangi bobot musik lagu-lagu yang akan direkam tersebut. Memperbaiki lagu yang dimaksud disini adalah si produser membantu (bekerja sama dengan) si musisi dalam mengaransemen (ulang / re-aransemen) lagu-lagunya dengan tujuan :

  • Agar ekspresi rasa perasaan atau pemikiran si musisi dalam sebuah lagu dapat tertuang / tercurahkan / terekspresikan seutuhnya.
  • Agar ekspresi si musisi dalam lagu tersebut dapat dipahami dan dinikmati orang lain.
  • Agar lagu tersebut mencapai komposisi yang terbaik. Atau mempunyai ciri-ciri seperti tersebut diatas.

Dalam memperbaiki lagu ini dapat terjadi :

  • Jumlah nada dalam sebuah lagu dikurangi (biasanya dianggap mengurangi bobot musik lagu tersebut) atau jumlah nada dalam lagu tsb justru ditambah.

Jumlah nada dikurangi / disederhanakan misalkan bila suatu lagu sudah menjadi terlalu rumit sehingga tidak sesuai lagi dengan target pasarnya. Misalnya sudah menjadi terlalu mirip lagu klasik padahal albumnya dimaksudkan sebagai album pop. Akibatnya, untuk ukuran musik pop, terlalu berat, untuk ukuran musik klasik juga terlalu dangkal, jadi tanggung atau ngambang. Akibat lanjutnya dapat mengganggu angka penjualan album itu, angka penjualan album itu dapat menjadi mandeg.

Jumlah nada ditambah misalkan lagunya adalah lagu jazz, tapi nadanya terlalu sedikit sehingga lagu tsb terasa miskin nada. Lagu pop juga bisa mengalami jumlah nadanya terlalu sedikit hingga lagu tsb terasa miskin nada misalnya album grup Element yang terakhir. Selintas, beberapa lagu dalam album tsb terasa seperti miskin nada, hingga mengurangi keindahan / daya tarik lagunya. Akibatnya penerimaan album tsb oleh masyarakat juga akan berkurang alias penjualannya mandeg.

  • Struktur lagu berubah (urutan intro, refrain, chorus dsb). Urutan intro refrain ini kaitannya dengan alunan emosi yang dikandung dalam suatu lagu. Dari mulainya, mengalunnya sampai puncak pencurahan emosi si musisi. Alunan ini perlu diperhatikan supaya alunan emosi ini dapat ditangkap oleh pendengarnya hingga pendengar dapat ikut merasakannya, menghayatinya dan menikmatinya seolah-olah si pendengar sendiri yang menyanyikan lagu tsb. Atau istilahnya, terjadi internalisasi lagu tsb pada pendengar, yang pada gilirannya meningkatkan penerimaan lagu tsb oleh masyarakat pendengar alias laku. Contoh, lagu “You Raise Me Up” milik Josh Groban.
  • Ada efek-efek suara yang perlu ditambah atau dikurangi. Efek suara ini turut berperan dalam membentuk suasana / nuansa suatu lagu. Penggunaan efek suara yang tepat memperindah suatu lagu. Salah penggunaan efek merusak keindahan lagu. Contoh, lagu “Sebuah Harapan” milik Tere. Lagu ini terasa imajinatif, menyentuh dan indah berkat efek pada suara keyboardnya.

Efek suara tertentu membuat suatu lagu berkesan seperti lagu jaman dulu (misalkan pada band Naif). Efek suara lainnya membuat suatu lagu berkesan rock, misalnya suara “D-drop” untuk gitar. Efek lain lagi dapat membuat kesan suatu lagu seperti beraliran musik tekno atau disko.

Baiknya tiap lagu dalam suatu album mempunyai suasana / nuansanya masing-masing sesuai keperluan lagunya. Lagu sedih menggunakan efek suara yang membangun suasana / nuansa sedih, lagu gembira menggunakan efek suara yang membangun suasana gembira, dst.

Keserupaan, kemiripan atau kesamaan efek suara tiap lagu dalam suatu album membuat semua lagu dalam album tsb berkesan mempunyai suasana / nuansa yang semuanya sama. Contoh, album “Awal Yang Indah” milik Tere. Semua lagu dalam album ini mempunyai kemiripan suasana / nuansa akibat kemiripan efek suara. Akibatnya, semua lagu dalam album tsb berkesan sama (Kata orang, “Nge – Dewa banget”). Akibat lanjutnya, setelah mendengar album ini pendengar dapat menjadi jenuh atau butek. Hal ini, bukannya tidak berpengaruh terhadap angka penjualan suatu album. Maka penggunaan efek suara ini juga penting diperhatikan.

Sebagai gambaran umum dalam memperbaiki lagu yaitu dengan memperhatikan letak daya tarik suatu lagu. Daya tarik / keindahan suatu lagu dapat terletak pada tiga hal, yaitu :

  • Harmonisasi suatu lagu (kesesuaian suatu nada dengan nada lainnya hingga enak /indah didengar). Contoh secara umum, lagu-lagu yang harmonis adalah lagu-lagu milik band GIGI. Daya tarik lagu-lagu band GIGI terletak pada harmonisasi lagu-lagunya, yaitu adanya kesesuaian nada suatu instrument dengan nada instrument lainnya. Permainan suatu instrument saling mengisi dengan instrument lainnya. Dalam lagu-lagu yang harmonis biasanya lirik lagu dinyanyikan secara ekspresif oleh si penyanyi hingga relatif sulit ditiru orang lain.
  • Melodisasi (naik turunnya nada yang dinyanyikan) lirik yang enak / indah didengar atau mudah ditangkap. Contoh lagu yang melodius liriknya, lagu “Masih” milik ADA Band (juga “You Raise Me Up” milik Josh Groban). Daya tarik lagu ini terletak pada melodi liriknya, yaitu naik turunnya nada untuk lirik yang dinyanyikan. Instrument lain biasanya cenderung mengikuti alunan nada lirik yang dinyanyikan atau cenderung menjadi pengiring terhadap melodi lirik yang dinyanyikan. Pada lagu yang liriknya dinyanyikan secara melodius begini, justru biasanya lebih mudah diikuti / ditiru / dinyanyikan lagi oleh orang lain.
  • Gabungan keduanya, yaitu bila suatu lagu daya tariknya terletak pada gabungan / kombinasi harmoni instrument dan melodi lirik. Pada lagu macam ini nada suatu instrument saling mengisi dengan instrument lainnya dan melodi lirik yang dinyanyikan juga enak (mudah ditangkap). Contoh, lagu-lagu Dewa pada album terakhirnya (“Pupus”,”Kosong”,dst).

Maka baiknya memperbaiki lagu-lagu yang akan direkam ini memperhatikan letak daya tarik ini. Lagu yang harmonis, baiknya diarahkan agar memang harmonis, yang liriknya melodius diarahkan agar liriknya melodius, yang gabungan keduanya diarahkan agar memang harmonis dan liriknya melodius.

Perlu juga diperhatikan genre / jenis / aliran musik dari lagu yang diperbaiki itu. Bila lagu tsb beraliran jazz, maka harus terasa seperti musik jazz. Jangan sampai lagu berjenis jazz terasa seperti lagu pop, tidak akan enak didengar. Maka itu seorang produser musik perlu dan wajib memahami dan mengerti citarasa aliran-aliran musik yang ada, terutama aliran musik untuk album yang sedang digarap.

Tujuan akhir dari perbaikan lagu-lagu yang akan direkam ini adalah agar lagu-lagu tersebut dapat dipahami dan dinikmati oleh sebanyak-banyaknya masyarakat pendengar sehingga dapat terjual lebih banyak atau laris di pasaran. Sedangkan disisi musisi, tidak mengurangi kepuasan bermusik si musisi atau tidak perlu mengurangi idealisme bermusik si musisi.

Tentunya untuk dapat membantu memperbaiki lagu si penyanyi atau band tsb, sebaiknya seorang produser juga menguasai teori musik dan mampu memainkan suatu instrument walaupun tidak mahir sekali.

Memimpin Proses Rekaman Lagu

Tugas berikutnya adalah memimpin proses perekaman lagu yang telah dipilih. Disini produser yang menentukan apakah perekaman suatu track sudah baik atau belum baik, dengan dibantu sound engineer. Produser yang menentukan sudah baik atau belum, pelaksana teknisnya si sound engineer.

Pada waktu pengambilan suatu track produser memperhatikan :

  • nada yang dimainkan fals atau tidak fals (terutama vokal)
  • temponya pas atau tidak pas (terlalu cepat atau terlambat)
  • si player bermain sepenuh hati atau sedang tidak mood.

Tujuannya agar note yang dimainkan tidak fals, temponya tidak lari atau terlambat, atau si musisi bermain dengan penuh penghayatan. Sehingga dengan demikian didapat track yang baik. Track yang direkam ini perlu dan harus baik secara musikal dan secara teknis supaya proses berikutnya (mixing) dapat dikerjakan dengan baik juga.

Memimpin Proses Mixing Lagu

Tahap berikutnya adalah mixing. Dalam tahap ini track-track yang sudah direkam dipadukan menjadi satu lagu yang utuh.

Biasanya proses mixing banyak dikerjakan oleh sound engineer, tapi baiknya dipimpin oleh sang produsernya. Produser baiknya menjadi pelaku utama proses mixing (dibantu sound engineer sebagai pelaksana teknis) yang menentukan apakah hasil mixing suatu lagu sudah baik atau belum dan perlu dikerjakan lagi.

Dalam proses mixing ini volume dan efek suara semua instrument diatur sedemikian rupa menjadi lagu yang utuh dan enak didengar. Secara umum, volume diatur agar lagu terdengar jernih dan setiap detil suara dapat terdengar dengan jelas.

Tentunya dalam proses mixing ini diperlukan kejelian dalam mendengar suara, kepekaan rasa dan hati serta rasa musik yang baik dari seorang produser.

Singkatnya

Singkatnya, salah satu kunci keberhasilan penjualan suatu album (pada prinsipnya) terletak pada penggarapannya. Yaitu penggarapan materi lagu-lagu yang baik hingga didapat lagu-lagu yang bagus (great songs) dan perekaman (serta mixing) yang baik (good recorded). Konsekwensinya, untuk mendapatkan great songs dan good recorded, perlu adanya produser yang baik (great producers).

20 Balasan ke Produser Musik

  1. Arif mengatakan:

    ni temen gwe dari sma.. (dah sejak 20 thn lalu)
    hobby music, temennya banyak, gaul abiz ..
    punya temen2 yg ngetop :
    Adon Base jam (temen SMA)
    (ni adon bukan hat ?? http://www.teddysetiawan.com/blog/adon-concert-in-sydney/ )

    Ferdy Element (temen Kuliah)
    n dll yang ga mungkin di sebut smua
    yg jelas talent temen gwe di bidang music ni mang brillian n ga ada duanya,
    tp sayang seribu sayang… terbentur kesibukan yg super sibuk sehingga baru
    sekarang ni bisa gelutin musik lagi

    sukses buat loe hat..

  2. erickningrat mengatakan:

    salut buat bapak atas artikel mengenai musik
    banyak band2 indie bertebaran di sana sini,mungkin perlu adanya wadah yang lebih banyak untuk menampung itu semua ( link dan informasi go nasional ),sayang kan pak ada band ( di daerah )yang lagunya bagus2 cuma kendala link tadi akhirnya tidak ter ekspos ke luar.
    sekali lagi salut buat artikel musiknya pak.

  3. bunda_arun mengatakan:

    wah.. saya “surprise” mengetahui cita-cita terdalam dari mas ANTO
    mungkin temen2 SMAnya pd gak tau klo beliau dipanggil demikian di kantornya sekarang (??)
    berhubung sy sangat berbakat jadi PENIKMAT musik,
    sy tunggu aja deh lagu/penyanyi yg berhasil diproduseri oleh beliau

    keep on ROCKing om!

  4. iraf mengatakan:

    salam nusantara!menggila maya!

    PERSEMBAHAN WORLD MUSIC

    “ THE PANTHOM OF THE TRADITIONAL OPERA”

    3 JULI 2008, PKL 20.00 WIB sd Selesai

    GRAHA BAKTI BUDAYA, TAMAN ISMAIL MARZUKI ( TIM )

    SEBUAH PAGELARAN MUSIK ANAK BANGSA YANG MENGKOLABORASIKAN INSTRUMEN TRADISIONAL

    INDONESIA DAN MANCANEGARA,SEPERTI : ( Talempong, Sitar India,Erhu, Kecapi, Saluang , Ghu zheng , Bonang , Didgeridu , Seronen , Kong Ah Yan , Rebab , Juga alat alat Musik modern dan lain sebagainya )

    MAHAGENTA MEMBERI WACANA BARU BAGI PENDENGAR DAN PENIKMAT SENI KHUSUSNYA MUSIK BAHWA ALAT MUSIK TRADISIONAL INDONESIA MAMPU MEMAINKAN KARYA YANG MEGAH DAN FENOMENAL ITU ( PANTHOM OF THE OPERA ) , SEPRTI APA JADINYA KOLABORASI ITU???. KAMI TUNGGU KEHADIRAN ANDA…….

    SALAM BUDAYA

    Menggila maya!

    kunjungi blog saya yang sederhana dan kasih koment ya mas…makasih…

    wah makasih infonya…. tentu saya akan visit blog anda. (http://iraf.wordpress.com). makasih juga udah mampir di sini :mrgreen:

  5. THE ENDRY mengatakan:

    berguna banget man !!! pokoke tak tunggu terus berita nya

  6. yukachubby mengatakan:

    Aku lagi mulai kerja sebagai produser musik. Tulisan Abang sangat bermanfaat.

  7. dany mengatakan:

    aq d sini pnya group band,, tepatnya band kampus dan udah bikin demo. setelah aq sebarin lewt media hp lumaian jga bnyak yang ngefans ma lagu aq. trus gmn cara nya langkah ke dpn mksih….. ni no hp aq..085723982098

    dear dany,.. ke depan anda punya dua pilihan : cari label atau ber – indie label.
    1. cari label, tentu kirim demo ke label macam emi, musica dll. tentu prosedur pengiriman demo ke tiap label berbeda beda, jadi, mohon maaf, informasi itu anda cari sendiri dulu (untuk saat ini saya belum bisa kasih).
    2. untuk ber – indie label, baiknya baca juga tulisan tentang indie label di blog ini (sebagai sekedar gambaran). sepanjang yang saya tahu, saat ini sudah banyak kok band band yang ber-indie, baik di jakarta, bandung, malang, dst. tulisan ini “produser musik” sebenarnya juga dimaksudkan supaya sebuah band punya gambaran dan paham untuk jadi produser bagi bandnya sendiri.

    memang soal ini, yaitu apa langkah yang ditempuh sebuah band dalam/setelah membuat album/demo merupakan topik/pertimbangan tersendiri, belum saya buat, namun sebagai sekedar saran saya :

    – baiknya anda juga kunjungi blog erikningrat di http://erickningrat.wordpress.com terutama artikel “10 alasan mengapa banyak band gagal”

    – perbanyak manggung, dan baiknya punya manager (yang getol nyariin event buat anda manggung). juga baca tulisan saya “membina band” di blog ini.

    – saat ini, sambil anda menunggu kesempatan di kontrak label, tetaplah berkarya.

    Makasih udah mampir dan baca.

  8. dany mengatakan:

    dan cara cari produser…..

  9. hanny mengatakan:

    hwah, bang sahat… komplit sekali penjelasannya di sini! mantap😀 mungkin kalau saya mau tanya-tanya soal musik dan industrinya bisa langsung kontak bang sahat, nih…

    :mrgreen: makasih hanny udah berkunjung… semoga tulisan2 disini bermanfaat buat kita semua:mrgreen: …. namun sebetulnya tulisan2 disini belum komplit benar.. saya masih punya materi materi yang belum dimuat disini… bulan2 ini lagi macet nih… saya lagi bersiap siap tapi ternyata waktunya mulur dari perkiraan semula:mrgreen: anyway, sekali lagi thanks:mrgreen:

  10. kalau kami mau kirim cd demo nya kemana ?trims.

    sahatmrt : ups… Yth Mas Irawan dkk, mohon maaf, tulisan ini bukan bermaksud kalau saya menerima demo, sebab saya tidak punya label. Tulisan ini bermaksud membagi pemahaman saya tentang produser musik.

    Coba Mas Irawan dkk ikut A Mild Live Wanted atau A Mild Indiefest. Mudah mudahan membawa hasil. Tetap berkarya Mas!

  11. crazytainment.com mengatakan:

    Owh begitu toh..
    Saya kira produser itu gag ikut campur sma teknik2 musik..
    Saya kira dia hanya ngurusin manajemen’y..

    Makasih yaa penjelasan’y..

    • sahatmrt mengatakan:

      yup, idealnya sih kerja produser gak cuman manajemen, tapi seperti yang gw tulis disini. contoh di sini Ahmad Dhani produserin tERe album pertama, kalo di luar kayak Quincy Jones dengan Michael Jackson.

      Hanya anggapan Mas, juga ga sepenuhnya keliru, apalagi di indonesia sekarang ini, banyak yang taunya cuman nyuruh bandnya biar lagunya dibikin kayak K*ng*n Band biar laku, atau dibikin melayu melayu an biar laku. taunya cuman keluar duit modalin rekaman dll, trus dapet untung gede, ga beda dengan pedagang. makanya industri musik kita isinya sama semua, gitu gitu aja lagunya:mrgreen:

      aniwei, thx udah berkunjung:mrgreen:

  12. gita swara sirait mengatakan:

    om sahat bgus bngt tulisnnya, skrng aku dpt lgi pmdeljran tntng musik!!!!!
    aku pngn bngt jdi pnynyi tpi ku sdr saat ini itu blm mngkin trjadi sbab aku hnylh seorng ank dri kluarga biasa……….. tpi dngn mmbca tlisan om sht aku ykin sutu hari mmpi ku kan jdi nyata ,,,, dan aku akn bisa mmbuat smua pncinta msik mrindukan lguku…
    aku ingin tnjukan bhwa om sahat adlh motivatorku!! sukses slalu ya om , ku pngen di suatu hri kita bsa bkrja sma ya om???? wait me pleaze!!…….

    • sahatmrt mengatakan:

      Halo Gita, terima kasih udah berkunjung, puji Tuhan tulisanku menjadi motivasi mu:mrgreen: pesanku, tetaplah berlatih vocal, jangan berkecil hati! ingat, jangan berkecil hati, sebab kesempatan selalu terbuka bagi orang yang berjuang dan berusaha:mrgreen: Juga, selain berlatih vocal, belajar juga instrument, misalnya gitar atau piano, gak perlu jago, yang penting bisa sebab itu akan sangat membantu kamu dalam membuat lagu. juga, belajar teori teori musik ya, banyak banyak bergaul dan berguru dengan pemusik pemusik ya, entah di gereja (kalau kamu kristiani) atau di studio studio musik.

      Suatu saat kita akan bekerja sama, I pray for it🙂 oke Sis, GBU🙂

  13. Akbar Maliqi mengatakan:

    Halo om sahat ..
    Tulisan tentang produser musik nya bagus. Tapi aku jadi tau kalo gak gampang jadi produser .. Huhuhu ;-(

    Aku sound engineer studio musik di palembang, tadinya aku mo produserin temen aku(cewek). Dia tu produktif nyiptain lagu, lagu nya keren” (Pop klasik gitu), jago maen kyboard, cantik pula .. Mnurut aku dia tu bakal komersil kalo ada yang “ngurus” bakat2 nya.. Maksut aku sih mau buat label indie aja. Tapi aku masih bingung buat kedepan nya.

    Kalo mo bikin album, kelamaan.
    Kalo mo bikin single, bingung juga mo di sebarin nya kemana.
    Kalo bisa tolong kasih saran ya om.
    Thx ^^

    ditunggu tulisan” berikutnya . Hueheheh

    • sahatmrt mengatakan:

      Halo juga mas🙂 terima kasih sudah berkunjung🙂 jadi produser emang tidak cukup bermodalkan uang banyak:mrgreen: tapi jangan putus asa dan berkecil hati mas. sound engineering itu start yang bagus buat jadi produser. soal temen mas itu coba mas berkunjung ke alamat ini : http://www.rocknroll-management.com/ itu management artis milik Ferdy Element. Coba aja. Semoga berhasil. Juga ingat deh mas, menurut saya sih : lagu yang bagus itu akan dihargai, cepat atau lambat. jadi jangan berhenti berkarya.🙂

  14. Akbar Maliqi mengatakan:

    Wah, iya om.. Makasih jg udah bagi info ..
    Tapi kita uda sepakat mau bikin mini album dulu nih om, tapi mo ngumpulin duit dulu dari hasil job sana sini. Hehe
    mudah”an lancar .. :))

    oiya om, ada saran gak buat tempat tempat yg mau njual album cd gitu.?
    Yg aku tau baru distro sama beberapa factory outlet yg mau njualin yg begituan. Kalo ada saran tempat laen kasih tau y om ..
    Thx

  15. aman mengatakan:

    salam music,saya punya lagu demo yg sudah saya upload di youtube penyanyi dan judulnya
    “Aman _ Tak Usah DeNGAR kata mereka”
    ohh iyah kebetulan saya hanya tinggal sendiri alias solo,dulunya punya band tapi sekarang udah bubar…jadi kalau ada teman2 yg mw membentuk band dengan saya sungguh sangat membanggakan…lagu yg di youtube Aman _ Tak Usah DeNGAR kata mereka
    itu adalah hasil ciptaan saya sendiri…dan masih ada beberapa lagu lagi yang nggak begitu buruk untuk di nikmati.,Thanks.

    NB : tolong didengar sampai reff,krn kekuatan lagu itu ada di reff nya,terima kasih.

    my number 085372230417
    mail : amanicarius@yahoo.com

  16. Mas Trie mengatakan:

    Bang saya meskipun sudah tua 54 tahun tgapi masih aktif mencipta lagu, baik lagu rohani, pop, dangdut, dll. yang saat ini saya miris dan prihatin adalah tidak munculnya lagu anak-anak seperti dulu, kalau saya ada lagu anak-anak sebaiknya saya tawarkan kemana ya? Tq. Gbu

    • sahatmrt mengatakan:

      Salut Mas Trie, kayaknya coba bawa ke musica aja deh, saya ga ada link ke sana sih, tapi coba aja. Selain itu bisa juga diupload ke youtube, dalam bentuk video. Filmnya bisa berupa teks lyrik lagunya. Sebab memang miris sekali tidak ada lagu anak2. Semoga sukses Mas, tetap berkarya. GBU.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: