Perih

Tuhan,
perih bagiku,
menemukan, bahwa tidak ada, wanita,
yang dalam cintanya, ijinkan aku terpuaskan, oleh cantik raut wajahnya.
yang dalam sayangnya, lembutkan aku, dalam hangat dekap dadanya.
yang dalam kasihnya, damaikan jiwaku, dengan indah lekuk raganya.

aku berkeliling, dan menemukan, tidak ada.

Tuhan

3 Tanggapan ke “Perih”

  1. arif Berkata:

    he he… mana tahaannn

  2. Guh Berkata:

    Tidak ada? Benar-benar tidak ada??

    Ah, itu mengerikan sekali.

    Sebaiknya saya tetap meyakini mimpi saya sendiri, bahwa sesuatu, berwujud perempuan, dengan sifat-sifat seindah yang saya impikan, ada. Untuk saya.

    sahatmrt : yup sejauh ini tidak ada. dan benar, emang mengherankan, dan mengerikan. dan benar, emang sebaiknya saya juga seperti anda, tetap menyakini, bahwa ada perempuan dengan sifat2 seindah yang saya impikan, ada, untuk saya. Thx.

  3. dhodie Berkata:

    bukan tidak ada, tapi belum tepatnya… Selamat berkelana sob, nice poem :-D

    sahatmrt : makasih boss :mrgreen: supportnya sangat menghiburkan jiwa yang merana ini :mrgreen:

Tinggalkan Balasan