Salah satu perangkat yang cukup penting bagi musisi adalah DI BOX. Biasanya merupakan singkatan dari Direct Box, atau Direct Injection Box.
Fungsi DI BOX adalah untuk menghubungkan perangkat dengan sinyal output yang unbalanced & berimpedansi tinggi semisal output gitar elektrik, ke perangkat lain yang jalur inputnya menerima balanced & berimpedansi rendah seperti pada jalur microphone input pada mixer.
Impedansi yang tinggi membuat sinyal yang dikeluarkankan memiliki arus listrik yang lemah sehingga tidak mampu melalui kabel yang panjang (yang menghubungkan instrumentnya ke perangkat lain). Makin panjang kabelnya makin berkurang arus yang melaluinya sehingga sinyal yang diterima diperangkat lain (seperti mixer) juga akan makin berkurang. Akibatnya volume suara yang dikeluarkan dari mixer juga makin kecil, sinyal frekwensi tinggi juga akan berkurang alias jadi mendem dan meningkatkan noise.
Manfaat Pemakaian DI BOX
Menghubungkan output gitar langsung ke jalur line in mixer akan membuat suara gitar kehilangan frekwensi tinggi juga volumenya kecil. Dengan memakai DI BOX masalah itu dapat diatasi.
Pemanfaatan DI BOX lainnya bisa anda lihat pada situs www.musisi.com pada artikel ini. Dengan memanfaatkan Google anda juga dapat mencari banyak referensi lain tentang DI BOX ini.
Bikin Sendiri DI BOX
Berhubung keterbatasan anggaran saya dibuatkan sebuat custom DI BOX oleh para jagoan elektronik, Arif dan Johan. Anggaran yang dikeluarkan tidak banyak, hanya sekitar Rp. 150.000,-. Untuk membuatnya sangat disarankan anda konsultasikan dahulu dengan orang yang memang mengerti elektronik.
Namun DI BOX ini memiliki beberapa perbedaan dengan DI BOX buatan pabrik yaitu :
1. Dibuat khusus untuk menghubungkan instrument langsung ke jalur line in sound card computer. File rancangannya dapat didownload di sini.
2. Sinyal output DI BOX ini tetap unbalanced, karena akan dihubungkan langsung dengan jalur line in sound card.
Dengan DI BOX custom ini saya menghubungkan gitar, bass dan microphone langsung ke jalur line in sound card saya. Adapun rancangannya dapat anda download di DI Box Rev 1.1

DI BOX Buatan Pabrik
Bila anda tidak mengerti elektronik dan tidak ada orang yang dapat membantu sebaiknya anda membeli DI BOX buatan pabrik. Pastinya DI BOX buatan tiap pabrik memiliki feature yang berbeda-beda, oleh karena itu untuk dapat memanfaatkannya secara maksimal anda perlu mempelajari manual book DI BOX yang anda beli tersebut.
Mengingat manfaatnya diatas disarankan agar musisi memiliki alat ini baik untuk keperluan live maupun untuk keperluan home recording.
Mengingat file rancangan DI BOX ini sulit didownload, bersama iniĀ rancangan DI BOX ini dicantumkan lagi dalam bentuk gambar jpg dengan ukuran yang lebih kecil.
Untuk Download Gambarnya (Click Kanan, pilih Save Link As) :





19 Agustus 2008 pukul 6:59 am |
mas, salam kenal ya, DI Box ini bisa langsung konek ke soundcard ya?, sdh di coba buat instrument gitar, bass keyboard ato vocal?suaranya pecah ga?, mas pake soundcard apa? rumit ga bikin DIBOX nya? bisa tolong di buat kan? ke siapa? maaf banyak nanya soalnya saya newbie
sahatmrt : salam kenal juga mas kiki, DI Box ini emang langsung konek ke soundcard, saya pake soundcard murahan Creative SoundBlaster Live Value
soalnya anggarannya mepet betul. DI Box ini sudah dicoba untuk gitar, bass, vocal belum. Bikinnya mesti orang yang ngerti elektronik, saya sih dibikinin kok
Ga pa pa kok nanya2
mampir2 lagi ya
3 September 2008 pukul 6:37 am |
mas, ngemeng2 masalah effect, kira2 kalo bikin effect itu kualitas nya bisa se mirip yg asli ga? (mendekati asli), saya mo coba bikin (di bikinin juga ke orang laen) kira2 rekomnded ga?, saya mo pesan via internet di http://mrdistortion.blogspot.com/ kira2 ok ga??
thx mas..
sahatmrt : halo mas kiki. soal kualitas efect bikinan sendiri sih saya pikir bisa aja kualitasnya sama dengan aslinya, asal make komponen yang bagus dan dibikin dengan rapih. Baiknya sih dibikin oleh orang yang emang ngerti elektronik.
Kalo soal beli dari internet sih saya ga bisa jamin, ya mudah mudahan emang sesuai dengan iklannya. So kalo mas kiki mesen lewat internet ya mudah mudahan emang bener.
salam!
4 September 2008 pukul 7:24 am |
Mantab tuh DI Boxnya, klo boleh minta dunk file di box rev 11nya, udah coba di unduh tapi ngak bisa dibuka jadi penasaran nich klo yang spiker bisa dibuka filenya, mo coba buat juga nich DI Boxnya. trims
sahatmrt : Thank udah berkunjung
saya sudah coba perbaiki linknya, tampaknya karena ukurannya terlalu besar jadi susah. Coba dengan cara ini : bawa kursor ke linknya, trus klik kanan, terus pilih menu “Save Link As…” Saya udah test cara ini berhasil.
28 September 2008 pukul 7:42 pm |
Makasih atas informasinya, saya mau copas artikel ini buat dibaca dirumah, minta ijin bos. Sampean master nya music digital processing ya? info sampean membantu sekali buat saya yang sangat awam dengan music digital…
Salam dari banjarsari – ciamis – jawa barat
sahatmrt: Mas Hendro makasih udah mampir. Silahkan copy paste. Soal master nya music digital? Saya bukan master kok
saya lebih suka disebut senang belajar digital music begini, soalnya emang saya harus bisa make sebab saya rekording gandelin home recording ajah
maklum, nyewa studio itu mahal banget boss.
28 September 2008 pukul 7:52 pm |
pa kalo bisa di upload di tempat lain ya.. aku telah 15 kali gagal terus mencoba mengambil file PDF DI Box… terima kasih atas kesediaanya…
29 September 2008 pukul 8:08 am |
Berhubung file PDF DI Box susah dibuka dan didownload maka file tsb akan saya kecilkan. Namun mohon bersabar, saya perlu waktu. Thx.
29 Desember 2008 pukul 1:00 pm |
klw aku perhatiin DIBOX fungsinya untuk mengubah dari suara analog ke file digital (WAV,MP3,Ogg,dll…) tergantung yang kita inginkan, itu bisa diganti dgn multi efek yg kita punya, tapi masuknya via line microphone, tinggal kita selaraskan inputnya saja. mas aku juga sama pake SB live value, mmng murahan, krn ia bisa bekerja max di frek 16bit 44100khz. (untuk indie ga masalah) yang lebih utama adalah materi lagu itu sendiri.
aku iseng2 paksain alat sederhana dibuat untuk rekaman(SBLive,gitar bolong,’fx tahu’,mic rumahan.tanpa mixer) hasilnya silahkan boleh di kitik habis2an di http://www.4Shared.com, ketik detiQ di kolom search.
sahatmrt : Makasih udah berkunjung
DIBOX yang kutulis disini bukan untuk merubah suara analog ke file digital. Tapi untuk menyesuaikan impedansi alat musik (gitar, bass, dll) supaya sesuai dengan impedansi line in/mic in sound card. Tujuannya, mengurangi/menghilangkan desis, juga memelihara frekwensi tinggi (biar ga mendem).
Bagus Mas Dams udah rekam begitu
teruskan Mas! Nanti saya akan denger musiknya
Maju terus!
29 Maret 2009 pukul 7:58 am |
Mas jadi pengen dibuatin juga nih, he…he… kalo pengen dibuatin juga gimana caranya?
sahatmrt :
wah.. download aja file2nya, minta bantuan temen yang ngerti elektronik ajah, ga susah kok
3 April 2009 pukul 4:44 am |
he…he…. tu tar pasang ke line in urutannya gimana mas? Gitar – Efek – DI BOX – Line in ato gmn?
sahatmrt : yup, betul, begitu urutannya. Gitar – Efek – DI BOX – Line In
4 April 2009 pukul 6:02 am |
mas punya layout pcbnya gak? saya download file pdfnya bsa, tapi waktu ngebuka kagak bisa mas…
sahatmrt : Mas, ini saya update tulisannya, semoga membantu.
6 April 2009 pukul 12:26 am |
Thx, mas…… Ijin Comot Mas.. he..he..
6 April 2009 pukul 1:31 am |
mas pernah buat FX Gitar sendiri gak? Kaya’ cloningannya apa gtu……
Kalo Pernah Posting dunks mas….
20 April 2009 pukul 3:20 am |
Mas blh minta alamat emailny mas arif n johan gak? Tar email di: ian_ft88@yahoo.com
Thx mas…
7 Mei 2009 pukul 10:14 am |
hat, to asta.. link ke http://www.stompclone.wordpress.com
tengkiu