Mixing secara umum adalah mengatur volume berbagai instrument termasuk vocal yang digunakan dalam sebuah lagu. Biasanya proses mixing banyak dikerjakan oleh sound engineer.
Dalam proses mixing ini ada dua hal yang diatur yaitu :
- Volume Instrument
- Posisi Instrument
Volume Instrument
Volume dan efek suara semua instrument diatur sedemikian rupa menjadi lagu yang utuh dan enak didengar. Volume diatur agar lagu terdengar jernih dan setiap detil suara dapat terdengar dengan jelas.
Dalam pengaturan volume ini perlu diperhatikan volume relatif suatu instrument terhadap instrument lain. Contoh, suara backing vocal. Volume backing vocal diatur agar tidak lebih besar dari volume vokal si penyanyi. Bila volume backing vocal sama besar atau lebih besar dari vokal si penyanyi dapat membuat lagu tersebut tidak enak didengar, bahkan bisa dikira sedang koor / paduan suara. Contoh lain, koor / paduan suara. Pada suatu paduan suara, bisa terjadi ada bagian lirik yang dinyanyikan secara solo oleh seorang penyanyi dengan diiringi penyanyi lainnya. Pada mixing seperti ini, volume paduan suara yang mengiringi solo tidak boleh juga terlalu kecil, sebab dapat membuat lagu tidak enak didengar (yaitu harmoni paduan suaranya jadi hilang) atau malah dikira memang nyanyian solo yang diiringi backing vocal.
Juga ada saat-saat tertentu dalam sebuah lagu volume instrument tertentu menjadi lebih menonjol dibanding volume instrument lain. Misalnya pada saat melodi gitar. Pada saat melodi gitar, volume gitar perlu menjadi lebih menonjol dibanding volume instrument lainnya untuk menonjolkan keindahan melodi gitar tsb. Bila tidak demikian, dapat mengurangi keindahan lagu.
Efek suara tiap instrument juga perlu diatur supaya seimbang atau saling bersesuaian satu sama lain serta sesuai dengan lagunya. Kalau efek suara ini tidak seimbang atau tidak saling bersesuaian satu sama lain, dapat merusak suasana / nuansa suatu lagu. Contoh, lagu “Aku Bukan Pujangga” milik Base Jam, gitarnya diberi efek suara distorsi, tentu lagu itu akan jadi lain. Atau bila efek distorsi pada suara gitar lagu-lagu Metallica dihilangkan, juga akan lain jadinya.
Posisi Instrument
Suara instrument musik yang digunakan diatur sedemikian rupa sehingga terdengar seolah olah berasal dari posisi yang berbeda beda. Hal ini penting agar suara suatu instrument dapat terdengar jelas.
Pengaturannya mencakup penempatan suatu instrument dalam suatu ruang 3 dimensi, seperti dalam grafik 3 sumbu. Jadi menyangkut posisi :
- Ke kanan atau ke kiri suatu ruang.
- Ke atas atau ke bawah suatu ruang.
- Ke depan atau ke belakang suatu ruang.
Pengaturan ini dilakukan dengan mengatur pan control. Untuk penjelasan yang lebih mendetil dapat dilihat di sini.
Tentunya dalam proses mixing ini diperlukan kejelian dalam mendengar suara, kepekaan rasa dan hati serta rasa musik yang baik.
3 Juni 2008 pukul 1:16 pm |
klo software mixing yang bagus apaan yah mas?
21 Oktober 2008 pukul 3:08 am |
he he … bisa belajar tentang audio ternyata disini Tulang ( mamaku boru tompul lo )
kebetulan ada hubungan dengan kegiatan insidentilku …, jadi em si …
aku link bloggnya ya Tulang, kali aja ada pembaca di bloggku ingin nambah wawasan tentang audio … judul linknya .. : audio & musik
horas ma
http://rapmengkel.com
sahatmrt : horas juga Lae! (he…he…he.. kalau panggil aku Tulang bikin aku berasa tua nih
) makasih udah mampir
silahkan di link, semoga berguna buat pembaca. memang blogku masih kukembangin lagi kok
Sukses selalu buat Lae! GBU!